Matematika itu bukanlah suatu pelajaran yang sulit dan menyusahkan. Jangan pernah menganggap bahwa matematika itu susah. Karena jika kita meyakini bahwa matematika itu susah, maka kita benar-benar akan merasakan kesusahan mempelajarinya.
Jika anda meyakini bahwa diri anda “tidak bisa”, maka selamanya diri anda benar-benar “tidak akan bisa”.
Pertama: Gurunya itu sendiri bagaimana?
sering kali siswa hanya disuruh menghafal rumus oleh guru ketimbang mengajak siswa menggunakan nalarnya untuk berpikir. “Jadi, pekerjaan mereka (siswa) hanya menghafal rumus, dan besoknya lupa atau bingung rumus tersebut untuk aplikasi soal yang mana karena mereka bukannya memahami,
Banyak yang mengerti dan paham tentang matematika, namun sukar untuk bisa menyampaikannya ke orang lain. Hal ini pernah saya saksikan sendiri ketika jadi siswa. Tapi, saya percaya, pada guru yang mampu menyampaikan materi matematika dengan baik, pemahamannya saya fikir baik juga.
Kedua: Siswanya itu bagaimana?
Yang perlu diperhatikan oleh seorang guru/pengajar, yang akan mengajar matematika, adalah bahwa: siswa yang belajar matematika itu kemampuannya beragam. Ada yang cepat menangkap pelajaran, ada yang biasa saja, dan ada yang kurang cepat. Mereka semua, pastinya ingin bisa matematika yang mereka pelajari.
Oleh karena itu, kita, selaku guru yang mengajar, tak boleh menganggap kemampuan mereka sama dengan kemampuan kita. Maksudnya, jangan menganggap pemahaman mereka, pada saat kita mengajar mereka, sama dengan pemahaman kita yang sudah belajar sebelumnya. Kebanyakan dari mereka (siswa) perlu waktu yang relatif lebih lama dibanding kita yang sudah belajar, yang sudah mengenal materi sebelumnya, yang sudah pengalaman sebelumnya, yang sudah mahir sebelumnya, dan yang sudah pandai sebelumnya. Jadinya, bila menerangkan, jangan terlalu cepat pun jangan terlalu lamban. Ini juga bukan berarti menganggap remeh kemampuan siswa. Guru menerangkan seenaknya saja. Tindakan seperti ini, kemungkinan besar hanya bisa diikuti oleh sebagian kecil siswa saja, hanya yang pandai saja. Sedangkan sebagian besar siswa lain (saya perkirakan sekitar 90 %), akan merasa terseret-seret, tak sanggup mengejar kecepatan guru dalam menerangkan.
Wih Gawat Pak BUDI..
BalasHapusAmpe ada BLOG..
Mat mah gampang yha Pak?
wkkkkkkkkkk
di share juga pak rumus" nya.
BalasHapusbiar blog nya juga berguna, gag cuma posting tentang "Apa itu mat" nya aj tapi sama seisi pelajaran nya juga pak..